Banjir Lagi di Kabupaten Katingan, 15.439 Rumah Terendam

Iqbal
6 Min Read
Hujan deras beberapa hari ini terakhir menyebabkan debit air Sungai Katingan dan Sungai Samba meluap. Banjir pun melanda Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Rabu (8/9). Foto: Ist

IPOL.ID – Banjir lagi di Kabupaten Katingan. Hujan deras yang mengguyur terus-menerus selama beberapa hari terakhir menyebabkan debit air Sungai Katingan dan Sungai Samba meluap. Hal ini memicu banjir di wilayah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Rabu (8/9).

Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan, peristiwa banjir dipicu karena faktor cuaca. Beberapa wilayah di 13 kecamatan di kabupaten Katingan terendam banjir sehingga berdampak kepada 15.911 kepala keluarga (KK) atau 25.443 jiwa.

Selain itu, sebanyak 15.439 unit rumah, 67 unit tempat ibadah, 78 unit fasilitas pendidikan, 36 unit fasilitas kesehatan, 40 unit perkantoran, 19 pos PPKM, dan 794.100 hektare wilayah di kabupaten tersebut terendam air keruh.

BPBD Kabupaten Katingan mencatat wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Bukit Raya, Kecamatan Katingan Hulu, Kecamatan Petak Malai, Kecamatan Marikit, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kecamatan Katingan Tengah, Kecamatan Pulau Malan, Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kecamatan Katingan Hilir, Kecamatan Tasik Payawan, Kecamatan Kamipang, Kecamatan Katingan Kuala, dan Kecamatan Mendawai.

Menurut laporan BPBD setempat, saat ini kondisi di jalan lintas provinsi-kabupaten masih tidak bisa dilewati untuk kendaraan roda empat. Ruas jalan masih digenangi banjir.

Saat banjir melanda, BPBD Katingan segera melakukan upaya penanganan darurat, seperti penyelamatan dan evakuasi warga. Mereka juga mendirikan tenda pengungsian sementara di empat titik, yakni dua unit tenda di Kelurahan Kasongan Lama, satu unit di Desa Banut Kalanaman, dan satu unit tenda di Desa Petak Bahandang, Kecamatan Tasik Payawan.

Distribusi bantuan pangan dan kebutuhan nonpangan ikut digelontorkan. BPBD dan instansi setempat membagikan bantuan berupa selimut dan tikar kepada warga yang sementara ini tengah mengungsi.

Kepala Bidang Pencegahan BPBD Kabupaten Katingan, Andi B Baron mengungkapkan, total pengungsi saat ini sebanyak 112 jiwa.

“Untuk data sementara, total pengungsi sampai saat ini yang tersebar di titik pengungsian sebanyak 112 jiwa. Pendataan akan terus kami lakukan dan kemungkinan masih bertambah,” ujar Baron kepada awak media, Rabu (8/9).

Menurut dia, kebutuhan pangan dan nonpangan para pengungsi hingga saat ini sudah terpenuhi. Kendala yang dihadapi saat ini adalah mobilisasi pengiriman makanan dan kebutuhan lainnya ke tempat pengungsi sedikit terhambat dikarenakan akses jalan masih susah dilewati.

Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Katingan menetapkan status tanggap darurat banjir, yang berlaku pada 24 Agustus hingga 23 September 2021.

Share This Article