IPOL.ID-Raksasa Manchester United akan memainkan laga satu pada format baru (liga) Liga Europa 2024-2025 kontra Twente, Kamis (26/09) pukul 02.00 dini hari WIB di Old Trafford. Fans sepak bola Indonesia dapat menyaksikan aksi Mees Hilgers.
Bek tengah berusia 23 tahun merupakan pemain reguler dalam skuad Twente arahan Joseph Oosting, tetapi tidak itu saja, ia tengah dalam proses naturalisasi untuk membela Timnas Indonesia.
Tak ayal aksi Hilgers di Old Trafford, menghadapi lini serang Man United seperti Marcus Rashford, Joshua Zirkzee, Rasmus Hojlund, hingga Amad Diallo akan menjadi sajian menarik untuk penonton sepak bola asal Indonesia.
Tugas besar juga dimiliki Twente yang hanya sekali menang dari 13 pertemuan lawan tim-tim Inggris di seluruh kompetisi, lima kali imbang dan tujuh kali kalah.
Mengutip informasi dari WhoScored, empat pemain Man United masib absen bermain dan keempatnya berposisi sebagai bek: Luke Shaw, Tyrell Malacia, Victor Lindelof, dan Leny Yoro.
Dari Twente satu pemain yang absen adalah Younes Taha. Dua pemain lainnya diragukan tampil adalah Bart van Rooij dan Michal Sadilek.
Tidak mudah bagi Erik ten Hag menghadapi Twente, klub yang selalu ada di hatinya karena ia pernah bermain di sana sebagai pemain (tiga periode).
“FC Twente telah memberikan banyak hal kepada saya. Saya dimasukkan ke akademi mereka, saya adalah bagian dari generasi tim yunior pertama ketika kompetisi yunior dimulai lagi setelah bertahun-tahun, jadi bagi saya ada banyak sejarah di sana,” terang Ten Hag di ESPN.
“Saya lebih suka bermain melawan tim lain. Tidak menyenangkan harus melukai sesuatu yang Anda cintai,” tambahnya.
Berkebalikan dengan Ten Hag, Joseph Oosting justru ingin menyakiti Man United dan ia memiliki keyakinan timnya dapat melakukannya.
“Saya selalu percaya pada peluang. Jika berani bermain, kami juga bisa menciptakan peluang. Apalagi di masa transisi, kami bisa menyakiti Manchester,” yakin Oosting.
“Itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan tetapi kemauan pasti ada. Kami memainkan pertandingan melawan Red Bull (Salzburg, di babak kualifikasi Liga Champions) yang dapat Anda pelajari.”
“Semuanya berjalan dengan tempo tertinggi, apakah itu penguasaan bola atau pertahanan. Anda harus menjadi yang teratas dalam segala hal dan kami membutuhkan semua orang untuk berada di sana. Saya pikir kami juga telah membuat kemajuan dalam hal itu.”


