Keren nih, Mahasiswa UGM Ciptakan Jaket dengan Pengatur Suhu Otomatis Buatan

Iqbal
4 Min Read
Produk ACO Jacket tercipta dari tangan dan pemikiran kreatif mahasiswa UGM melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Inovatif (PKM-KI) yang mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek dan lolos melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2023 di Bandung pada akhir November mendatang. Foto: UGM

IPOL.ID – Mahasiswa UGM berhasil membuat solusi membuat pengendara motor nyaman di dalam perjalanannya, terutama saat terik Matahari menyengat.

Siapa yang suka gerah ketika memakai jaket saat berkendara di tengah terik Matahari? Atau saat hujan atau cuaca dingin masih merasa kedinginan meski memakai jaket.

Sekarang Anda tidak perlu khawatir lagi karena lima mahasiswa UGM telah membuat jaket yang bisa mengatur suhu secara otomatis menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungan sekitar. Jaket tersebut diberi nama Automatic Comfort Jacket  atau ACO Jaket.

Ketua tim pengembang ACO Jaket, Wahyu Agong Nugroho Jati, menjelaskan ACO Jaket dibuat dengan teknologi pendingin yang menggunakan cooling fan  dan penghangat tubuh menggunakan heating pad. Sistem penghangat dan pendingin dapat bekerja secara otomatis berdasar parameter suhu yang diinginkan dan suhu ruang sekitar.

“Pengguna bisa mengatur batas suhu yang diinginkan saat memakai jaket,” papar Wahyu, mengutip Minggu 28 Januari 2024.

Produk ACO Jacket tercipta dari tangan dan pemikiran kreatif mahasiswa UGM melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Inovatif (PKM-KI) yang mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek dan lolos melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2023 di Bandung pada akhir November

mendatang. Produk ACO Jacket dibuat oleh tim yang dipimpin oleh Wahyu Agong Nugroho Jati (Teknologi Rekayasa Mesin) dan beranggotakan Yogi Ilham Ruswara (Teknologi Rekayasa Mesin), Genesis Junior Sumlang (Teknolgi Rekayasa Elektro), Linthang Cahya Wijaya (Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil), serta Melani Putri Pratama (Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak) di bawah bimbingan Ma’un Budiyanto.

Wahyu mengatakan sistem pendingin pada jaket memanfaatkan kipas pendingin atau cooling fan. Penggunaan cooling fan ini untuk mempercepat penyerapan radiasi panas ke udara lua dengan menyirkulasikan udara antara bagian luar dengan dalam. Melalui sistem pendingin ini suhu bisa dijaga agar tidak berlebihan dan mencegah terjadinya overheat.

Share This Article