Perempuan Indonesia Sampaikan Solidaritas untuk Perempuan Palestina

Timur
4 Min Read
Salah satu aksi bela Palestina di Bali Indonesia. Foto: x @edhy_18

IPOL.ID – Sejumlah organisasi perempuan menyuarakan dan menuntut perubahan sistem ekonomi, politik, sosial, dan budaya global agar memenuhi Hak Asasi Manusia (HAM). Salah satunya mendorong penghentian operasi militer Israel yang menewaskan lebih dari 13 ribu jiwa rakyat Palestina. Aktivis Perempuan Mahardhika, Mutiara Ika Pratiwi, mengatakan sebagian besar korban dalam operasi militer tersebut adalah perempuan dan anak-anak.

“Perampasan hak untuk berdaulat ini, dengan sangat brutal bisa kita lihat saat ini di Palestina melalui serangan udara yang mentarget rumah sakit, sekolah, dan pemukiman,” ujar Ika Pratiwi pada Minggu (26/11/2023).

Solidaritas yang sama untuk perempuan Palestina disampaikan perwakilan World March of Women (WMW) Indonesia, Dinah Soka Handinah. Menurutnya, solidaritas antarnegara dibutuhkan untuk menghentikan berbagai serangan terhadap perempuan di Palestina. Selain itu, Dinah juga mendorong penghentian perang di negara-negara lain yang juga merugikan perempuan dan telah mengakibatkan migrasi paksa.

“Kami juga merespons genosida di Palestina, semua mata dunia melihatnya. Kami akan terus menyuarakan suara untuk menentang serangan terhadap masyarakat tidak berdosa di Palestina,” ujar Dinah.

Dari sisi pemerintah, Indonesia juga terus mendorong penghentian perang di Palestina dan mengutuk keras serangan militer Israel ke Gaza, serta serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia. Pemerintah juga telah memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan tahap kedua pada (20/11). Total bantuan yang dikirimkan sebesar 21,7 ton dengan komposisi bantuan 3,3 ton dari pemerintah yang terdiri dari obat-obatan dan perlengkapan kesehatan, dan 18,4 ton dari masyarakat Indonesia yang terdiri dari makanan kaleng, matras, selimut, hygiene kit (dewasa dan anak), makanan siap saji dan perlengkapan lain.

Situasi Tanah Air

Share This Article