BRIN Bangun Inovasi Sistem Penerjemah BISINDO untuk Teman Tuli

Iqbal
4 Min Read

IPOL.ID – Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bagi penyandang disabilitas pendengaran (teman tuli), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini tengah mengembangkan sistem penerjemah Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) berbasis analisis data video.

Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber BRIN,  Edy Maryadi menjelaskan, riset ini berfokus pada mengatasi tantangan komunikasi yang kerap dihadapi oleh teman tuli dalam berinteraksi dengan masyarakat yang tidak memahami bahasa isyarat.

Edy menjelaskan, sistem ini dirancang untuk menerjemahkan gerakan bahasa isyarat menjadi teks atau audio, sehingga dapat memfasilitasi komunikasi antara teman tuli dan teman dengar.

“Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada penerjemah bahasa isyarat yang jumlahnya masih terbatas,” kata Edy dalam wawancara dengan tim Humas BRIN Kawasan Bandung, Rabu (23/10/1024).

Lebih lanjut ia menjelaskan, penelitian ini memanfaatkan teknologi komputer visi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memproses dan menginterpretasikan gerakan bahasa isyarat.

Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan model AI seperti Convolutional Neural Network (CNN). Model ini dilatih dengan data video gerakan bahasa isyarat untuk memastikan bahwa sistem dapat mengenali dan menerjemahkan berbagai bentuk isyarat dengan tingkat kesalahan yang minimal.

“Pengembangan sistem ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan komunikasi antara teman tuli dan teman dengar. Dengan menggunakan analisis data video, kami berharap sistem ini dapat menjadi alat yang efektif dan mudah digunakan oleh masyarakat luas,” jelas Edy.

Proses pengembangan mencakup akuisisi data video, pra proses data model AI, dan pengujian sistem untuk memastikan keakuratan penerjemahan dalam berbagai konteks komunikasi. Dirinya menambahkan, pengembangan Model AI Penerjemah Bahasa Isyarat Indonesia BISINDO sebagai interpretasi inputan data video hasil akuisisi. Dalam pemgembangan berbasis AI , setelah akuisisi data terdapat tiga tahapan yang dilakukan.

Share This Article