IPOL.ID-Raksasa Chelsea akan berusaha untuk menjaga momentum di seluruh kompetisi ketika menjamu Barrow di Stamford Bridge, Rabu (25/09) pukul 01.45 dini hari WIB, pada putaran tiga Piala Liga. The Blues berpotensi merotasi pemain.
Dengan banyaknya kompetisi yang dimainkan Chelsea, kedalaman skuad yang dimiliki klub London saat ini sangat berguna. Enzo Maresca, pelatih Chelsea, memiliki kemewahan merotasi timnya.
Di atas kertas, Chelsea seyogyanya dapat mengamankan kemenangan atas Barrow yang bermain di League Two, yang berada di divisi empat sepak bola Inggris. Meski merotasi pemainnya, Chelsea unggul kualitas dan pengalaman.
Chelsea juga untuk kali pertama bertemu Barrow sejak terakhir jumpa pada 1948 di Stamford Bridge, pada ajang Piala FA dan Chelsea menang dengan skor telak 5-0.
Dua pemain Chelsea, menurut WhoScored, masih akan absen di pertandingan nanti karena cedera yaitu Reece James dan Omari Kellyman, sedangkan Malo Gusto sudah pulih dari cedera. Kondisi Romeo Lavia juga masih diragukan.
Sementara itu Barrow besutan Stephen Clemence tak punya masalah besar: seluruh pemain fit dan tersedia untuk bermain.
“Sepak bola penuh dengan permainan seperti ini di mana Anda berpikir ini adalah pertandingan yang mudah dan kemudian menjadi pertandingan yang sulit,” ucap Maresca.
“Pada saat ini, ini mungkin adalah pertandingan terburuk bagi kami. Inilah sebabnya kami harus menganggapnya serius.”
“Ini penting bukan karena kami berpikir kami akan memenangkan kompetisi ini, tapi karena ini adalah pertandingan resmi. Fokus utama kami adalah mencoba dan menang,” tegasnya.
Stephen Clemence, pelatih Barrow, beberapa waktu lalu menuturkan pertemuan melawan Chelsea merupakan ‘hadiah’ bagi timnya, khususnya dalam mengeruk keuntungan.
“Melaluinya sungguh menyenangkan, dan kemudian mendapatkan hadiah dengan melawan Chelsea dalam beberapa minggu adalah hal yang fantastis. Ini bagus untuk pemilik klub,” papar Clemence.
“Mereka merogoh kocek mereka dalam-dalam di klub sepak bola ini setiap bulannya untuk menjaganya tetap berjalan, begitu juga dengan para suporter yang menghabiskan uang hasil jerih payah mereka untuk datang dan mendukung kami.”


