Presiden Jokowi Resmikan 2 Proyek WIKA Senilai Hampir Rp2 T di Jatim

Timur
3 Min Read
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Iriana Joko Widodo meresmikan Gedung Rumah Sakit Kemenkes di Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Foto: Setkab

IPOL.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan dua proyek besar yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (WIKA) di Jawa Timur. Proyek itu adalah Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes) Surabaya dan Flyover Djuanda di Sidoarjo. Keduanya menelan biaya hampir Rp2 triliun, masing-masing senilai Rp1,6 triliun dan Rp363 miliar.

Peresmian ini ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi baru-baru ini. RS Kemenkes Surabaya merupakan rumah sakit kedua yang dibangun oleh WIKA dan diresmikan oleh Presiden hingga September 2024.

Dalam sambutannya, Jokowi memuji desain interior RS Kemenkes Surabaya yang mewah, setara dengan hotel bintang lima. Ia juga menekankan pentingnya keberadaan rumah sakit ini dalam meningkatkan layanan kesehatan berkualitas di Indonesia, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.

“Rumah sakit ini akan membantu mengurangi devisa negara yang hilang, sekitar Rp180 triliun setiap tahun, karena banyak masyarakat kita yang berobat ke luar negeri seperti Singapura, Jepang, Malaysia, dan Amerika.

“Ini jumlah yang sangat besar,” ujar Presiden Jokowi, dilansir dari wika.co.id  Senin (16/9/2024).

Proyek pembangunan RS Kemenkes Surabaya ini digarap oleh WIKA-WEGE KSO dengan nilai kontrak mencapai Rp1,6 triliun.

Lingkup pekerjaan meliputi struktur bangunan, desain arsitektur, serta infrastruktur pendukung seperti sistem mekanikal, elektrikal, drainase, dan lanskap.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menyatakan bahwa RS Kemenkes Surabaya diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan yang nyaman dan merata, khususnya untuk penanganan penyakit jantung, stroke, dan kanker di Jawa Timur.

RS ini menjadi rumah sakit vertikal katastropik pertama dan terbesar di Indonesia dengan luas bangunan 163.380 m², terdiri dari empat gedung, termasuk gedung medical center utama dan gedung khusus untuk penanganan penyakit serius tersebut.

Share This Article