“Saya tahun ini buat 20 batang untuk panjat pinang. Sudah ada yang beli satu, terus ada dua langganan yang sudah pesan dan bayar DP (uang muka tanda jadi pembayaran),” tukasnya.
Sejumlah pesanan di antaranya, dari pengurus RT/RW panitia lomba 17 Agustus di wilayah Kelurahan Cipinang Melayu yang mengadakan lomba panjat pinang di aliran Kalimalang.
Abdul menjelaskan, untuk memenuhi pesanan para pembeli setiap harinya dia dapat membuat tiga batang pohon pinang untuk lomba panjat pinang dan lomba gebuk bantal.
Setiap harinya dia membuat batang pohon pinang di bawah kolong Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), lalu dijajakan di tepi ruas Jalan Raya Kalimalang.
“Pertama itu batang pinangnya saya serut, lalu diberi lubang di atasnya untuk tempat menaruh hadiah. Saya menjual batang pohon pinang untuk lomba ini sudah dari tahun 1995,” ujar dia. (Joesvicar Iqbal)


