“Kami senang para peserta CFD tampil dalam catur simultan. Dengan begitu, permainan carur lebih semarak lagi dikalangan masyarakat, ” tegas GM Susanto seusai bertanding catur simultan.
Kalau sebelumnya penekanan lebih pada turnamen professional. Tak kalah menariknya, saat GM Susanto Megaranto bermain catur tanpa melihat papan catur alias catur buta (blindfold chess) melawan seorang influencer atau Bintang film Olga Lydia.
Olga Lydia yang terkenal sebagai seorang aktris, model, presenter, dan produser film Indonesia juga penggemar catur. “Saya senang main catur walau tidak jago,” kata finalis dalam pemilihan Wajah Femina tahun 1994 itu.
Olga, telah membintangi lebih dari 20 film layar lebar (beberapa filmnya yang sukses dan terkenal adalah “Soegija” 2012, “12 Menit, Kemenangan untuk Selamanya” 2014, “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan” 2019, “A World Without” 2021, dan “Mungkin Esok Lusa atau Nanti” 2024), serta sebagai produser eksekutif dan sutradara telah menghasilkan film “Sang Pemimpi” 2009, “Negeri 5 Menara” 2012, dan “Rectoverso: Cinta yang Tak Terucap” 2013.
Pada kesempatan yang sama Artsanti Alif , VP Head of Social Investment PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk mengatakan, dalam membina olahraga catur, pihaknya juga menempa atlet muda berbakat mulai tingkat SD melalui program JAPFA for Kids dan terus mengalami hasil positif.
“Dalam pembinaan catur disetiap daerah berjalan lancar. Bahkan atlet yang dibina sudah tampil dalam berbagai event nasional. Hal itu yang membuat kebanggaan tersendiri dalam melahirkan atlet berbakat, ” tutup Artsanti. (bam)


