Groundbreaking Kilang Balongan, Nicke: Pertamina Emban Tugas Jaga Ketahanan Energi

Wilson B. Lumi
4 Min Read
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati didampingi Bupati Indramayu Nina Agustina, Komisaris PT KPI Agustina Milurbaningsih dan Direktur SDM & Penunjang Bisnis PT KPI Tenny Elfrida melakukan seremoni acara groundbreaking buffer zone Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat. (dok. Pertamina)

IPOL.ID – Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, ‘groundbreaking’ area penyangga Kilang Bolongan adalah tahap pertama. Tahap berikutnya, akan masuk ke Blok Kosambi.

Diketahui, PT Pertamina (Persero) melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) area penyangga (buffer zone) Kilang Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (26/8/24). Kegiatan ini menandakan milestones besar Pertamina terhadap komitmen keselamatan kerja.

Nicke Widyawati lewat keterangan yang diterima di Jakarta, mengatakan perusahaan mengemban tugas penting untuk menjaga ketahanan energi nasional dengan menghasilkan produk BBM berkualitas, namun demikian di saat yang sama harus tetap menjaga keamanan masyarakat sebagai pemangku kepentingan yang strategis.

“Acara groundbreaking ini adalah tahap pertama, tahap berikutnya, kita akan masuk ke Blok Kosambi. Dampak setelah penerapan buffer zone ini, nantinya semua perwira Pertamina di Kilang Balongan dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik dan tanpa keraguan, karena aspek teknis dan HSSE (kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan) sudah diterapkan,” ucap Nicke dalam sambutannya.

Selain itu, kata dia, produktivitas di kilang juga akan semakin optimal sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi bangsa dan negara.

Adapun, momentum groundbreaking tersebut menandai dimulainya pekerjaan pelebaran jalan Sukaurip-Sujareja yang merupakan rangkaian implementasi buffer zone di area Kilang Balongan. Program itu merupakan bagian dari upaya untuk memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, Nicke menyampaikan penyempurnaan buffer zone di Kilang Balongan menjadi sebuah kewajiban. Penyempurnaan buffer zone Kilang Balongan akan melalui beberapa tahap, salah satunya ialah pengalihan jalan raya Balongan yang masuk dalam zona prioritas, yang kemudian dialihkan ke Jalan Sukaurip.

Pengalihan jalan yang dilakukan juga akan memastikan beban Jalan Sukaurip sebagai jalan utama/protokol, yaitu memperlebar ruas jalan dari 4,5-5,5 meter menjadi 7,2-8 meter sepanjang 2,4 kilometer (km).

Share This Article