Perang Israel, Ledakan Besar Terdengar di Wilayah Selatan Beirut

Wilson B. Lumi
3 Min Read
Serangan udara Israel di Wilayah Lebanon Selatan. (Istimewa)

Arahan tersebut datang dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menurut laporan media KAN.

Setelah serangan di Beirut, Netanyahu tiba di Kementerian Pertahanan di Tel Aviv dan dijadwalkan melakukan penilaian keamanan pada Selasa malam dengan para pejabat tinggi keamanan setelah serangan itu, menurut surat kabar Yedioth Ahronoth.

“Apakah perang akan terjadi dengan Lebanon tergantung pada Hizbullah. Kami tidak berniat memulai perang regional,” kata seorang pejabat senior yang tidak disebutkan namanya.

Channel 13 juga melaporkan bahwa seorang pejabat tinggi Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa “jika Hizbullah tidak menanggapi serangan di Beirut selatan, kami tidak akan melancarkan perang.”

Radio Militer Israel juga melaporkan bahwa militer menginstruksikan penduduk di kota-kota dekat perbatasan Lebanon untuk tetap berada di tempat perlindungan untuk mengantisipasi potensi balasan dari Hizbullah.

Menyusul pernyataan tentara mengenai serangan di Beirut selatan, Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengunggah di X bahwa “Hizbullah melewati garis merah.”

Tentara Israel kemudian mengeklaim bahwa mereka membunuh Shukr dalam serangan tersebut.

Meski Israel menuduh Hizbullah bertanggung jawab atas serangan Sabtu itu, kelompok Lebanon tersebut menyangkal tuduhan tersebut. Belum ada tanggapan dari Hizbullah mengenai serangan ke Israel tersebut. (*)

Share This Article