Produk Halal Semakin Diminati di AS, Bisakah Indonesia Bersaing?

Timur
4 Min Read
Ilustrasi daging halal yang kian diminati. Foto: Dlipinski marketplace.ehalal.io

IPOL.ID – Produk halal semakin diminati di Amerika Serikat. Secara global, bahkan pertumbuhan pasarnya diprediksi akan meningkat lebih dari enam persen. Apakah Indonesia dapat bersaing dengan produsen global dalam memanfaatkan potensi ekonomi ini

Berbekal relasi dan pengalaman berbisnis katering di Amerika Serikat selama beberapa puluh tahun terakhir, Artharini bersama suaminya, Wirawan, menjajaki pasar kuliner ibu kota Amerika Serikat dengan satu komitmen: menjual makanan halal.

Terletak di Kensington, Maryland, tidak jauh dari ibu kota Washington DC, pasangan diaspora Indonesia itu menawarkan beragam kuliner khas nusantara kepada masyarakat Amerika di ‘Artha Rini Indonesian Restaurant’.

Makanan Halal Indonesia di AS

Menu yang menjadi favorit para pelanggan mulai dari sate ayam, rendang, gado-gado, tempe mendoan, karedok, hingga rawon. Semua menu itu dipastikan Artharini halal; baik dari segi pengolahannya maupun asal-usulnya.

“Ternyata ada ya daging yang spesifik, ini yang halal dan ini yang tidak halal. Meskipun sama-sama beef gitu kan. Nah, dari situ akhirnya aku oke, kita komitmen halal. Karena dengan halal, semua orang Insya Allah bisa makan,” ujar Artharini kepada VOA, Jumat (29/2).

Di Amerika Serikat, tidak semua daging sapi, kambing, ataupun ayam yang dijual di toko retail atau supermarket berasal dari pemotongan yang menerapkan syariat Islam. Sehingga, warga yang ingin mendapatkan produk halal, seperti Artharini, harus betul-betul memastikan keberadaan label halal di setiap produk yang ingin diperolehnya.

Produk Halal Semakin Diminati di AS

Sejumlah riset menunjukkan, produk halal semakin diminati masyarakat Amerika dalam beberapa tahun terakhir.

Riset dari Technavio yang dirilis Oktober 2023 menunjukkan bahwa pasar halal di Amerika Serikat diprediksi mencapai angka USD43,27 miliar  dan diperkirakan mengalami pertumbuhan per tahun sebesar 7,42 persen antara 2023 hingga 2028 mendatang.

Share This Article