Pertama, Restoran Serba Otomatis Dibuka di California, Dilayani Robot

Timur
4 Min Read
Robot dari Samsung yang akan melayani tamu Restoran CaliExpress. Foto: TechRadar / Future

IPOL.ID – Sebuah restoran yang serba otomatis baru saja dibuka di Pasadena, California. CaliExpress akan dilayani robot-robot yang menyiapkan makanan di dapur, sementara kecerdasan buatan (AI) mencatat pesanan konsumen. Satu-satunya pekerjaan yang masih perlu dilakukan manusia adalah mengemas makanan.

Sementara satu robot sibuk membuat kentang goreng, robot lainnya menyiapkan dan membuat hamburger. Itulah pemandangan di CaliExpress. Restoran cepat saji itu akan ‘melempar’ kita ke masa depan karena banyak hal dilakukan robot dan mesin.

Urusan pemesanan dan pembayaran di restoran tersebut dikelola perusahaan teknologi Pop ID.

“Di belakang ada kulkas berisi potongan-potongan daging. Jadi, daging giling untuk burger dibuat begitu ada pesanan,” ujar Direktur Operasi Tony Lomelino.

Restoran otomatis pertama di dunia tersebut dibuka di Pasadena, negara bagian California. Begitu konsumen tiba, robot-robot yang mampu mengingat wajah akan menerima pesanan. Mereka pula yang akan menangani pembayaran. Yang menyenangkan, robot-robot pramusaji itu tidak perlu diberi tip.

Menurut pemilik dan pengelola restoran, keberadaan robot-robot itu merupakan terobosan revolusioner dalam hal keselamatan. Kasus-kasus pegawai yang tergelincir dan terbakar hampir tidak ada. Selain itu, limbah makanan dan minyak berkurang.

“Kami benar-benar berfokus pada lingkup restoran. Jika dipikir-pikir, mereka tidak memiliki teknologi terbaik. Ini tidak sama dengan industri teknologi. Ini adalah bidang yang benar-benar ditinggalkan oleh teknologi,” kata Ryan Sinnet, salah seorang pendiri Miso Robotika, yang ikut mengoperasikan CaliExpress.

Manajemen restoran mengatakan robot-robot itu adalah pekerja yang sempurna. Tidak ada permintaan khusus, tidak ada tuntutan kenaikan gaji. Meskipun biaya pemeliharaan belum sepenuhnya diketahui, para pemilik tidak memperkirakan biayanya akan besar.

“Kalau kita mempekerjakan lima sampai enam orang dalam satu tim kerja, lalu dikurangi menjadi satu? Berapa penghematannya? 80 mall?” kata Lomelino dari Pop ID.

Share This Article