Penjelasan PP Muhammadiyah Mengapa Kalender Islam Global Perlu Diwujudkan

Iqbal
5 Min Read
Ilustrasi kalender Islam global. Foto: ausrelief.org

Tidak sedikit di antara para ahli yang melihat upaya penyatuan kalender Islam secara global sebagai pekerjaan yang tidak rasional. Dengan nada sinis, sebagian dari mereka menyatakan bahwa mencoba menyatukan kalender nasional saja masih menjadi hal yang sulit, apalagi jika berbicara tentang penyatuan kalender secara global.

Di lain pihak, ada pula yang menggunakan analogi untuk mengekspresikan skeptisisme mereka. Mereka menyatakan penyatuan kalender Islam secara global itu seperti pungguk merindukan bulan, merujuk pada sesuatu yang sulit dicapai atau bahkan tidak bermanfaat.

Kendati demikian, perlu diakui bahwa perubahan selalu memerlukan waktu dan upaya yang serius untuk diterima. Langkah-langkah pendidikan intensif dan dialog yang konstruktif antara ahli astronomi, falak, dan ahli syariah, fikih dapat membuka jalan menuju pemahaman tentang manfaat dan kebutuhan KHGT.

Sebuah Renungan Umat Islam

Kita melakukan penyatuan lokal dengan menerima kalender lokal, misalnya kalender dengan kriteria 4 + 6,4 atau kriteria lainnya. Jika seluruh masyarakat di Indonesia menerima kalender tersebut, maka kita dapat bersatu dalam penentuan waktu dan tanggal secara lokal.

Namun, perlu diakui bahwa kalender tersebut bersifat lokal dan hanya dapat diterapkan di Indonesia. Upaya untuk mengajak masyarakat Muslim di tempat lain untuk menerima kalender ini mungkin tidak memungkinkan karena keberlakuannya terbatas pada wilayah geografis tertentu.

Di sisi lain, kita melakukan penyatuan global dengan menerima kalender berdasarkan kriteria global, seperti kalender Turki 2016 atau kalender global lainnya. Jika kita semua di Indonesia menerima kalender ini, maka kita akan bersatu secara lokal (di Indonesia) karena kita telah memiliki satu kalender bersama.

Keuntungan lainnya adalah kita memiliki peluang untuk mengajak bangsa lain untuk mengikuti kalender yang kita terapkan di Indonesia. Kalender tersebut bersifat global dan dapat diterapkan di berbagai belahan dunia, memungkinkan keseragaman waktu dan tanggal dalam skala yang lebih luas.

Dengan demikian, penyatuan global melalui penerimaan kalender berdasarkan kriteria global memberikan potensi untuk menciptakan kesatuan tidak hanya dalam skala lokal, tetapi juga dapat mempromosikan keseragaman di tingkat internasional.

Pilihan ini memberikan peluang untuk mengembangkan kerjasama dan pengakuan bersama antara komunitas Muslim di seluruh dunia, menciptakan landasan bagi pemahaman bersama tentang penanggalan dalam konteks global. (ahmad)

 

Share This Article