Penjelasan PP Muhammadiyah Mengapa Kalender Islam Global Perlu Diwujudkan

Iqbal
5 Min Read
Ilustrasi kalender Islam global. Foto: ausrelief.org

IPOL.ID – PP Muhammadiyah tengah berusaha mewujudkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Kalender lunar hijriah ini berlandaskan prinsip sederhana, yakni satu hari, satu tanggal, di seluruh dunia.

Konsep ini bertujuan untuk menciptakan kesatuan di antara umat Islam, menghapus perbedaan waktu dan tanggal yang sering kali membingungkan.

Hambatannya ialah KHGT belum banyak dipahami konsep, arti penting, dan keperluan terhadapnya. Meskipun KHGT memiliki tujuan luhur untuk menyatukan umat Islam di seluruh dunia, masih banyak kalangan yang belum sepenuhnya memahami konsep di baliknya.

Arti penting dari keseragaman waktu dan tanggal dalam konteks global belum sepenuhnya terserap oleh semua pihak.

Kendati KHGT menetapkan kriteria yang jelas untuk menentukan awal bulan baru, masih banyak kalangan yang kuat berpegang kepada tradisi rukyat fisik. Hal ini menjadi hambatan karena Kalender Hijriah Global, seperti kalender Islam pada umumnya, membutuhkan penggunaan hisab dan tidak dapat mengandalkan metode rukyat dalam penentuan awal bulan baru.

Menurut Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Syamsul Anwar, perlu diakui bahwa perubahan budaya dan kebiasaan memerlukan waktu untuk diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang keunggulan dan kepraktisan KHGT.

“Pendidikan dan sosialisasi terkait konsep ini dapat membantu mengatasi hambatan ini dan merangsang adopsi yang lebih luas,” katanya, melansir Senin (11/3/2024).

Para ahli, termasuk ahli astronomi dan falak, serta ahli syariah dan fikih, kata Syamsul, juga masih belum banyak memahami pembuatan Kalender Islam global dan masih belum tergerak untuk mengapresiasi arti penting dan keperluan hadirnya kalender Islam global tersebut, khususnya dalam rangka penepatan jatuhnya hari ibadah tertentu.

Mereka cenderung lebih tertarik pada aspek teknis, terutama dalam menangani masalah kriteria yang memungkinkan hilal dapat dirukyat. Diskusi dan penelitian mereka lebih sering berkutat pada metode pengamatan dan perhitungan astronomi, daripada pada pemahaman konsep kalender secara menyeluruh.

Share This Article