136,7 Juta Orang Mudik, Pengamat Transportasi: Pemerintah Bisa Persiapkan Rekayasa Lalu Lintas dengan Catatan

Iqbal
3 Min Read
Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, merupakan salah satu akses jalan yang biasa dilalui para pemudik yang menggunakan sepeda motor roda dua dan empat, Kamis (14/3). Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id

IPOL.ID – Salah satu pemangku kepentingan yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan memprediksi sebanyak 136,7 juta orang akan mudik saat libur lebaran/Ramadan 1445 Hijriah.

Pemerhati Masalah Transportasi dan Hukum, Budiyanto mengatakan, pemerintah tentunya bertanggung jawab untuk mempersiapkan saran transportasi, sumber daya manusia (SDM) dan manajemen pengaturan agar mobilitas mereka dapat terlayani dengan baik.

“Tak kalah pentingnya juga mempersiapkan rekayasa lalu lintas. Pergerakan mereka, semua akan menggunakan ruang lalu lintas sehingga perlu ada manejemen rekayasa lalu lintas agar kinerja lalu lintas tetap dinamis dan maksimal,” kata Budiyanto yang juga pengamat transportasi di Jakarta Selatan, Kamis (14/3).

Antisipasi rekayasa lalu lintas yang selama ini sudah digunakan selama libur panjang (long week end) masih sangat relevan untuk bisa digunakan dengan berbagai catatan yang perlu diperhatikan. Pengaturan sistem satu arah (SSA), contra flow, kombinasi antara SSA dan contra flow.

“Pembatasan lalu lintas dengan skema Ganjil-Genap dan pembatasan angkutan barang merupakan bagian penting dari manajemen rekayasa lalu lintas”.

SSA adalah manajemen rekayasa lalu lintas yang menggabungkan ruas jalan dua (arah) menjadi satu arah untuk meningkatkan kapasitas jalan pada arah tertentu. Arus lalu lintas pada arah tertentu mengalalami peningkatan dua kali dan terciptanya kelancaran arus lalu lintas karena hilangnya titik-titik konflik.

Share This Article