Soal Kampus Dipolitisasi, Aptisi Himbau Para Dekan dan Rektor Jaga Netralitas

Bambang
4 Min Read
Ketua Aptisi, Budi Djatmiko meminta pimimpan perguruan tinggi untuk tidak menyeret kampus ke dalam politik praktis. Menurut dia, kampus sebagai ruang akademik seyogyanya menjadi tempat untuk menimba ilmu dan mengasa kemampuanya secara objektif. Foto/IST

IPOL.ID-Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) merasa khawatir terkait munculnya politisasi terhadap perguruan tinggi atau kampus.

Ketua Aptisi, Budi Djatmiko meminta pimimpan perguruan tinggi untuk tidak menyeret kampus ke dalam politik praktis. Menurut dia, kampus sebagai ruang akademik seyogyanya menjadi tempat untuk menimba ilmu dan mengasa kemampuanya secara objektif.

“Para dekan, rektor boleh ikut politik praktis, tapi jangan menyeret-nyeret kampus ke dalam politik praktis, artinya kampus ya sudah belajar saja, para pimpinan kampus ini harus menjaga netralitas, ”katai kepada wartawan usai mendeklarasikan “Pemilu 2024 Damai” di Hotel Sartika, Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (10/2/2024).

Lebih lanjut, Budi menegaskan, kampus terhindar dari kepentingan politik praktis ataupun kandidat capres tertentu. Sebab, kampus harus menjadi wadah pengembangan intelektualitas yang sehat dan kritis.

“Kami melihat ada keresahan dari civitas kampus bahwa demokrasi tidak berjalan, tetapi hal itu hanya disudutkan kepada lembaga presiden, inikan arah politik praktis,” ujarnya

“Kami memberikan hak kebebasan kepada kampus untuk berpolitik praktis, tetapi di ruang politik praktis, jangan ke dalam kampus, biar kan mahasiswa itu belajar dengan objektif tanpa ada embel-embel apapun,” sambungnya.

Oleh karena itu, Budi mengajak semua pihak untuk mensukseskan Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 dengan cara damai, jujur serta adil.

Dia mengimbau agar tidak terjadi pecah belah. Apalagi sampai memihak kepada pasangan capres-cawapres tertentu.

“Diharapkan kesadaran kita semua untuk menahan diri tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat menggagalkan pemilu, karena melalui pemilu ini kita bisa mencari pemimpin yang bisa memajukan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Share This Article