“Kami akan menggelar rekonstruksi kasus itu dalam waktu dekat,” kata kapolres.
Kapolres mengimbau seluruh perguruan silat di Karanganyar supaya menyesuaikan aturan yang ada dan menghilangkan tradisi hukuman fisik atau doweran.
Motif kejadian tersebut bermula dari korban yang tidak dapat menghadirkan peserta didik baru sehingga mendapatkan hukuman fisik.
Polisi membeberkan penyebab pesilat tewas dengan kondisi mengenaskan akibat pukulan dan tendangan senior. (bam)


