IPOL.ID- Politik uang, berita hoax, ujaran kebencian, dan politisasi SARA merupakan virus Pemilu yang membahayakan bagi tatanan demokrasi Indonesia.
KPUD DKI pun mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam memerangi itu.
Hal itu diungkapkan Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta Fahmi Zikrillah saat menjadi narasumber dalam sebuah acara diskusi publik bertema “Merespon Kerawanan Pemilu di Jakarta, Bagaimana Kolaborasi Masyarakat Sipil dengan Penyelenggara Pemilu” di Jakarta, kemarin.
“Virus-virus tersebut tentu harus menjadi musuh bersama yang harus dihindari. Sudah saatnya Pemilu kita lebih berkualitas, sudah saatnya demokrasi kita naik kelas. Pemilu 2024 adalah momentum untuk dapat mewujudkannya,” kata Fahmi.


