Pusat Studi Gender UKI Perkuat Sikap Positif Perempuan dan Laki-Laki Kristen dalam Keluarga, Gereja dan Masyarakat

Yudha
6 Min Read
Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Penguatan Sikap Positif Perempuan dan Laki-Laki Kristen dalam Keluarga, Gereja dan Masyarakat: Keharmonisan Keluarga dan Pelayanan” digelar di Gereja HKBP Sola Gratia Kayu Mas Jakarta Timur pada Jumat (25/8). Foto: Arsip Universitas Kristen Indonesia (UKI)

IPOL.ID – Universitas Kristen Indonesia (UKI) melalui Pusat Studi Gender melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Penguatan Sikap Positif Perempuan dan Laki-Laki Kristen dalam Keluarga, Gereja dan Masyarakat: Keharmonisan Keluarga dan Pelayanan”. Pelaksanaan PkM di Gereja HKBP Sola Gratia Kayu Mas Jakarta Timur pada Jumat (25/8).

Kegiatan dihadiri oleh 80 peserta yang terdiri dari orang tua dan dilakukan karena kekhawatiran orang tua di era digital ini.

Pendeta gereja HKBP Sola Gratia Kayu Mas, Kaminter Sihombing, S.Th dalam sambutannya mengatakan pentingnya kegiatan ini untuk mengetahui pengasuhan orang tua terhadap anak, dan bagaimana persekutuan jemaat dalam gereja.

“Melalui kegiatan ini kita bisa mengetahui cara mengatasi perbedaan pendapat dan menjalankan keputusan yang telah dibuat bersama dalam rapat-rapat gereja,” ujar Pendeta Kaminter.

Demikian juga Ketua Pusat Studi Gender UKI, Dr. Audra Jovani, MPS mengatakan Pusat Studi Gender memiliki visi menjadi wadah yang membawa perempuan Indonesia menjadi perempuan yang kuat, mandiri dan bermartabat (Amsal 31:17-23), termasuk perempuan dalam keluarga, gereja dan masyarakat di Gereja HKBP Sola Gratia Kayu mas.

Kegiatan diawali oleh Dr. Helen Diana Vida, M.I.Kom (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fisipol UKI) yang menjelaskan topik “Penguatan Sikap Positif Perempuan dan Laki-Laki Kristen dalam Rumah”.

“Tujuan pernikahan Kristen adalah agar bertumbuh secara karakter sehingga serupa dengan karakter Kristus. Salah satu bentuk pertumbuhan yang dimaksud adalah bagaimana menyadari peran suami maupun istri. Peran suami dalam rumah adalah sebagai kepala keluarga dan peran istri sebagai tiang doa. Untuk menjalankan peran tersebut perlu sikap postif dalam keluarga, yaitu jujur, selalu bersyukur, kerja sama, rela berkorban, saling menghargai dan saling percaya. Agar memiliki sikap positif dalam keluarga, masing-masing anggota keluarga perlu menggali potensi diri dan membangun kepercayaan diri yang baik,” ujar Doktor Helen Diana Vida.

Evi Deliviana, M.Psi, sebagai psikolog (Dosen Prodi Bimbingan Konseling FKIP UKI) menjelaskan topik “Parenting di Era Digital”. Kemajuan teknologi bisa menjadi kawan sekaligus lawan bagi keluarga.

Evi Deliviana mengingatkan peserta agar agar kemajuan teknologi bisa menjadi kawan bagi keluarga. “Pertama orangtua perlu secara rutin memiliki waktu refleksi diri mengenai apakah sudah memberikan contoh yang tepat bagi anak mengenai penggunaan teknologi, apakah orangtua sudah terlibat dalam perjalanan digital anak atau malah membiarkan anak mengeksplorasi tanpa pendampingan,” katanya.

“Waktu rekfleksi ini dapat mengarahkan orangtua untuk selalu belajar memperbaiki pola pengasuhan dan menyesuaikan dengan kebutuhan anak. Kedua, pentingnya “aturan main” dalam keluarga mengenai penggunaan teknologi terhubung internet. Aturan ini berlaku bagi seluruh anggota keluarga, sehingga tidak ada anggota keluarga yang dibatasi sendirian,”kata Evi Deliviana yang juga merupakan Kepala UPT Golden Kids UKI.

Share This Article