Peringati Hari Kemerdekaan RI, Akademisi FK UKI bersama IDI Jakarta Timur Sosialisasi Pencegahan Stunting

Bambang
4 Min Read
Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UKI, Dr. dr. Louisa Ariantje Langi, M.Si., M.A., bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Timur laksanakan penyuluhan tentang stunting, pada tanggal 17 Agustus 2023 di sekretariat IDI Cabang Jakarta Timur, Condet, Jakarta Timur. Foto/dok Uki

IPOL.ID-Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UKI, Dr. dr. Louisa Ariantje Langi, M.Si., M.A., bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Timur laksanakan penyuluhan tentang stunting, pada tanggal 17 Agustus 2023 di sekretariat IDI Cabang Jakarta Timur, Condet, Jakarta Timur.

“Dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-78, IDI Jakarta Timur ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di Jakarta Timur. Kami ingin berbagi informasi mengenai stunting. Sudah menjadi tugas IDI Jakarta Timur untuk membina dokter memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Maka jika warga menemukan gejala stunting dapat melaporkan ke puskesmas terdekat agar Indonesia bebas stunting,” ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jakarta Timur, Dokter Huntal Napoleon.

Dr. Huntal Napoleon, SpBP_RE, Subsp LBL (K), FIHFAA, FRSPH dan jajaran pengurus 2022-2025 berkomitmen mendukung program pemerintah mengentaskan stunting .

Menurut Kemenkes RI, stunting atau keterlambatan pertumbuhan merupakan masalah gizi kronis yang terjadi pada anak-anak ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dari tinggi badan normal yang seharusnya dimiliki oleh anak pada usia yang sama.

“Faktor penyebab stunting bukan hanya soal asupan zat gizi, tetapi juga soal layanan kesehatan, air bersih, jamban keluarga, pendidikan, pola asuh ibu, kesetaraan gender, kebersihan lingkungan serta faktor pembangunan ekonomi dan pembangunan manusia lainnya,”ujar dokter Louisa.

“Akses bahan pangan, pola asuh yang kurang memadai, dan sanitasi yang buruk, kurangnya gizi anak terutama 1000 Hari Pertama Kehidupan serta adanya status infeksius pada anak menjadi penyebab terjadinya stunting,” akademisi FK UKI, dokter Louisa Ariantje Langi menjelaskan.

Share This Article