Update Perang Rusia kontra Ukrania Putin kritis, Zelensky berkibar

Bambang
5 Min Read
Prancis menginginkan Ukraina segera menjadi anggota NATO. Foto: Ist

IPOL.ID- Kabar terbaru Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendapat kemenangan besar. Ini terkait komitmen negara-negara G7 untuk mendukung Ukraina selama diperlukan untuk mengalahkan Rusia.

Hal ini diutarakan di sela-sela pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di tengah KTT NATO di Lithuania. Di mana Ukraina bersikeras meminta kepastian bergabung dengan NATO.’

“Kami tidak akan goyah,” kata Biden dalam pidato di Vilnius Rabu, sebagaimana dimuat AFP, Kamis (13/7/2023).

“Putin tak bisa meragukan kekuatan kita. Dia masih membuat taruhan buruk, keyakinan dan persatuan di antara AS dan sekutu serta mitra kita akan runtuh,” tambahnya lagi.

Zelensky sendiri menegaskan bahwa janji-janji dari para pemimpin Barat merupakan “kemenangan keamanan yang signifikan” yang bisa dia bawa pulang ke Kyiv. Menurutnya ini menjadi jaminan menuju “integrasi” yang suatu hari nanti mengarah pada keanggotaan penuh NATO.

G7 terdiri dari AS, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Prancis dan Uni Eropa (UE). Dokumen G7 juga ditandatangani Spanyol, Belanda, Portugal, Islandia, Norwegia, Denmark, Polandia, dan Republik Ceko.

“Kami menganggap invasi ilegal Rusia ke Ukraina sebagai ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional, pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB, dan tidak sesuai dengan kepentingan keamanan kami,” bunyi dokumen dukungan G7 secara rinci sebagaimana dimuat CNBC International.

“Kami akan mendukung Ukraina karena mempertahankan diri dari agresi Rusia, selama diperlukan,” muatnya lagi.

“Memastikan kekuatan berkelanjutan yang mampu mempertahankan Ukraina sekarang dan menghalangi agresi Rusia di masa depan dengan menyediakan peralatan militer modern di darat, udara dan laut, pelatihan. untuk pasukan Ukraina, dan berbagi intelijen,” tambah media itu mengutip deklarasi.

“G7 mengatakan juga akan berusaha untuk meningkatkan stabilitas ekonomi Ukraina, termasuk melalui upaya pemulihan, untuk menciptakan kondisi yang kondusif untuk meningkatkan kemakmuran ekonomi Ukraina,”.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan solidaritas internasional ini menunjukkan bahwa Ukraina menikmati dukungan jangka panjang dunia. Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin kritis, di mana ia rapuh secara militer dan politik.

“Ini menjadi tanda-tanda perpecahan pertamanya,” katanya merujuk kekuasaan Putin yang baru-baru ini dilanda pemberontakan singkat oleh kelompok tentara bayaran Wagner.

Share This Article