Tekan Obesitas Anak, BPOM Minta  Pelaku Usaha Sosialisasikan Keseimbangan Gizi

Timur
3 Min Read
Ahmad Juwanto, 19, saat ditemui di rumahnya Jalan SMP 160, Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (5/7/2023). Ia menderita obesitas yang kini ditangani pemerintah. Ahmad adalah salah satu contoh remaja yang sejak kecil mengalami obesitas. Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id

IPOL.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa pelaku usaha punya tanggung jawab penting untuk mensosialisasikan keseimbangan gizi kepada konsumen. Terutama yang menyasar anak-anak. Hal ini terkait erat dengan meningkatnya angka obesitas atau lebeihan berat badan pada anak-anak di Indonesia.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Rita Endang. “Pelaku usaha ini kan pemilik nomor izin edar yang juga memiliki informasi terkait dengan informasi nilai gizi. Jadi, pelaku usaha juga harus memberikan informasi kepada masyarakat,” kata Rita dalam diskusi yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk ‘Bahaya Obesitas Dini, Apa Solusinya’ di Jakarta, Senin (24/07/2023).

Semua stakeholder, ungkap Rita, punya tanggung jawab yang sama untuk memberikan informasi terkait dengan gizi, gula, garam dan lemak. “Jadi kalau semua unsur bergerak, mestinya prevalensi terkait diabetes ini bisa kita tangani bersama,” katanya Rita Endang.

Di sisi lain, untuk mencegah bahaya obesitas dini pada anak di antaranya dengan cemilan sehat. Untuk itu dibentuk suatu wadah khusus  Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Sadar Pangan Aman atau yang disingkat Germas SAPA.

“Pedoman yang kami buat sejak tahun 2011 membentuk suatu wadah yang sangat besar yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Sadar Pangan Aman,” kata Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Rita Endang.

Share This Article