Lestarikan Budaya Kuliner Khas Betawi, Destinasi Wisata Setu Babakan Punya Kerak Telor Bang Udin yang Mengedukasi

Yudha
5 Min Read
Pedagang kerak telor di perkampungan budaya betawi Setu Babakan yakni Nurseha, 52, (Isteri Bang Udin) ingin kuliner khas betawi di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan semakin disenangi dan terus diburu masyarakat. Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id

IPOL.ID – Perkampungan budaya betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan terus melestarikan makanan khas betawi yaitu kerak telor. Salah satu pedagang yang turut melestarikan kuliner kerak telor tersebut adalah pasangan suami isteri Zaharudin dan Nurseha.

Kuliner dengan harga murah meriah itu hingga kini terus diburu. Menjadi makanan favorit bagi para pengunjung hingga mengedukasi mereka yang ke lokasi destinasi wisata budaya betawi di kawasan Jagakarsa tersebut.

Pedagang kerak telor Setu Babakan yakni Nurseha, 52, menuturkan, sejak Tahun 2023, zamannya Pak Sutiyoso menjabat Gubernur DKI maka di Tahun 2004 dia dan suaminya Zaharudin biasa disapa Bang Udin, 59, mulai berdagang kerak telor di Setu Babakan ini.

“Waktu itu Pak Sutiyoso jadi Gubernur DKI kan Tahun 2003 ya menjabat, nah saya dan suami Bang Udin diawal Tahun 2004 buka dagang kerak telor, minta lapak di sini,” kata Nurseha ditemui ipol.id di kawasan perkampungan budaya betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (7/7).

Sehingga turun temurun makanan khas betawi itu dilakoni oleh Nurseha bersama suami hingga berjalan 30 tahun. Awal membuat kerak telor dirinya diajarkan langsung oleh suaminya.

Saat ini pun masakan kerak telor itu diturunkan kepada anaknya yang pertama yang kini sudah kuliah. Bahkan dalam workshop yang digelar, dia, Bang Udin dan anaknya sudah mengajarkan sejumlah mahasiswa dalam membuat kerak telor.

“Jadi kalau anak pertama kuliah sambil berdagang kerak telor dan mengajarkan kepada orang lain, mahasiswa untuk melestarikan, mengembangkan makanan khas betawi ini”.

Kerak telor itu sendiri terbuat dari bahan dasar seperti beras ketan, jahe, cabe merah, kencur, garam, merica, minyak goreng dan telor ayam maupun bebek. Kemudian bahan tersebut diolah dan dimasak pada wajan, dipanggang diatas bara api.

Alhamdulillah, lanjut Nurseha, belum lama Bang Udin bersama Chef Juna dalam satu momen sama-sama membuat menu masakan kerak telor. Kerak telor itu pun sudah tersiar hingga ke Makassar, Yogyakarta, dan Medan.

“Sudin Makassar mengundang pengelola Setu Babakan hingga kerak telor betawi dibawa ke sana, alhamdulillah (kerak telor) ini sudah kemana saja. Bahkan rencananya kalau tidak Covid kerak telornya mau dibawa ke Turki di 2019, tapi batal, padahal sudah mengurus surat-surat (Paspor),” ungkap perempuan berhijab itu.

Share This Article