Selain itu, pemasarannya pun kian meluas tak hanya di wilayah Jawa Barat melainkan merambah ke kancah nasional.
“Tahu di sini rasanya luar biasa enak, karena dibuat dari bahan herbal, tidak menggunakan bahan kimia. Kami berkomitmen di produk kami bahan kimia tidak untuk dipakai karena berbahaya,” tegas Sugeng.
“Nah, kalo penjualannya sudah sampai ke wilayah Cilacap, target mudah-mudahan dengan pelatihan itu produk makin bagus, pengemasan semakin rapi dan bisa merambah ke pasar ibu kota,” tukasnya.
Warga sekitar pun sangat antusias mengikuti pelatihan. Mereka menyaksikan dengan seksama langkah demi langkah yang dijelaskan oleh pengrajin tahu bernama Nana selaku pemateri pelatihan.
“Antusias warga ikut pelatihan terlihat, sangat menyenangkan dan bergairah karena mereka berharap dengan pelatihan itu dapat menambah wawasan pengetahuan dalam membuat tahu,” terang Sugeng.
“Mudah-mudahan tahu ini menjadi produk unggulan yang disenangi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya,” harapnya.
Sementara itu, warga Dusun Sindangtawang, Desa Sindanghayu, Banjarsari, Ciamis, Endang Ayub, 63, mengaku sangat bersyukur bisa ikut pelatihan pembuatan tahu. Dia mengapresiasi kegiatan yang diadakan para sukarelawan.
“Ya bersyukur alhamdulillah adanya pelatihan ini khususnya bagi saya jadi tau cara pembuatannya, mengolahnya dengan rasa gembira hingga memasarkannya. Alhamdulillah dengan pengadaan pelatihan ini, mudah-mudahan ke depannya masyarakat khususnya Dusun Sindangtawang ada kemajuan ekonomi,” harap Endang. (Joesvicar Iqbal/msb)


