“Terima kasih kepada Kemenparekraf sebagai regulator kami filmmaker yang telah beberapa kali memberikan insentif untuk biaya praproduksi. Semoga ini bisa menjadi motivasi buat kami,” ungkap Donny.
Antusias
Nonton bareng film ini juga digelar oleh Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta. Kegiatan Nobar dan Bedah Film Buya Hamka yang sudah kali ketiga digelar dan selalu mendapat sambutan hangat dan antusias yang tinggi dari penonton.
Dikutip dari hidyatullah.com Kepala SPI Pusat, Akmal Sjafril, mengungkapkan dalam kegiatan nobar di Cinepolis Kalibata City Square, Jakarta ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan SPI terhadap film-film berkualitas yang diharapkan dapat memperkenalkan tokoh-tokoh ulama Nusantara dan mempromosikan ajaran Islam yang benar.
“Sebelumnya memang sudah banyak film bernuansa keislaman, namun sebagiannya perlu dikritisi. Ada film yang konon menggambarkan kehidupan santri dan santriwati, tapi ujung-ujungnya mempromosikan pluralisme agama. Buya Hamka adalah salah seorang tokoh ulama besar Nusantara yang nama besar dan warisan pemikirannya dikenal oleh segenap Bangsa Melayu. Karena itu, kami menyambut baik kehadiran film ini, yang menurut kami cukup berkualitas,” ujar Akmal lagi.
Penilaian itu, menurut Akmal, telah disimpulkannya sejak menghadiri peluncuran pertama film tersebut pada 9 April 2023 silam di Epicentrum XXI, Jakarta. “Alhamdulillaah, saya salah satu yang mendapat kehormatan untuk menerima undangan menghadiri gala premiere film Buya Hamka. Walaupun saya baru menonton volume pertama dari triloginya, tapi sejauh ini saya puas dengan kehadirannya,” tutur Akmal.
Meskipun film ini dianggap bagus, namun tentu saja bukan tanpa kekurangan. Hal itulah yang mendorong SPI untuk tidak hanya mengadakan acara nobar, melainkan juga sekaligus bedah filmnya.
“Tidak ada karya manusia yang tanpa kekurangan. Tapi justru demi mendukung kesuksesan film ini, SPI mengadakan bedah filmnya juga. Mudah-mudahan, apa yang kami lakukan ini dapat menggenapkan segala kekurangan yang ada, sehingga umat Muslim lebih mengenal sosok dan pemikiran Buya Hamka yang sesungguhnya,” tandas salah seorang aktivis gerakan #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) ini. (timur)


