Berikut Tujuh Butir Arahan Presiden Jokowi pada Rakornas PB 2023

Iqbal
5 Min Read
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) memberikan butir-butir arahan pada seluruh komponen pemerintah dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana (PB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tahun 2023 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis dan Jumat (2-3/3). Foto: BNPB

Dalam kesempatan itu, Presiden meminta agar penyesuaian anggaran dalam penanggulangan bencana dapat disiapkan dan ditingkatkan. Khususnya bagi pemerintah daerah, dia meminta agar memasukkan risiko bencana dalam rencana pembangunan dan investasinya.

Menurutnya, setiap pemerintah daerah sudah seharusnya memiliki tata kelola anggaran penanggulangan bencana. Apabila terjadi bencana, pemerintah daerah sudah siap dan tidak terlalu menggantungkan kepada pemerintah pusat.

“Lebih penting lagi siapkan anggarannya,” tutur Jokowi.

“Daerah itu harus memasukkan resiko bencana dalam rencana pembangunannya, dalam rencana investasinya ada perencanaan sehingga jelas dimana tempat boleh dibangun dan tempat mana gak boleh dibangun,” tambahnya.

Jokowi berpesan agar penggunaan dana bencana dapat diprioritaskan untuk masyarakat. Dalam konsep penanggulangan bencana, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus diutamakan. Sebab, keselamatan masyarakat menjadi hukum tertinggi.

“Dana bencana itu penting sekali, gunakan sebesar-besarnya untuk masyarakat terutama masyarakat kecil,” tegas Jokowi.

Pemangku kebijakan, baik pusat dan daerah diminta dapat menyederhanakan aturan, mempercepat pelayanan ke masyarakat. Kepala Negara masih melihat beberapa hal berkaitan langsung dengan masyarakat masih berbelit-belit.

Lebih jauh, Jokowi mengingatkan bahwa dengan adanya aturan ruwet justru dapat berdampak pada penderitaan masyarakat lebih lama lagi. Presiden tidak ingin masyarakat terkatung-katung jika aturan tidak dibuat sederhana.

“Sederhanakan yang namanya aturan-aturan,” pintanya.

“Sederhanakan, buat paling simple sehingga uang atau bantuan itu segera bisa masuk ke masyarakat,” tambahnya.

Terakhir, arahan Presiden meminta agar seluruh pelaksanaan penanggulangan bencana di lapangan selalu dikontrol. Tak hanya dalam pelaksanaan anggaran, namun bagaimana seluruh sistem mulai dari pra bencana, tanggap darurat hingga pascabencana dapat dimonitor baik sehingga tidak timbul permasalahan kemudian hari.

“Tapi dikontrol betul, management kontroling harus dilakukan, ini hampir terjadi di setiap bencana dan kita ulang-ulang,” tutup Jokowi. (Joesvicar Iqbal)

Share This Article