Pejuang Gili Ketapang, Jadi AO PNM Mekaar di Darat dan di Laut

Iqbal
4 Min Read
Kepala Regional Manager Probolinggo PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Sugiyati Nurul Handayani. Foto: PNM

IPOL.ID – Probolinggo berada di kawasan lereng pegunungan. Di sebelah utara, berbatasan dengan Selat Madura atau Laut Jawa dan di seberangnya ada satu pulau bernama Gili Ketapang.

Gili Ketapang adalah salah satu desa yang berada di Sumberasih, Probolinggo, Jawa Timur. Apabila ingin menginjakkan kaki di kawasan tersebut, orang-orang harus menaiki kapal dan membelah ombak lautan, siapa yang mau melaluinya?

Demikian dikatakan Kepala Regional Manager Probolinggo PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Sugiyati Nurul Handayani. Pernyataan itu disampaikan kala menceritakan perjuangan dirinya dan tim, jajaran Account Officer (AO) PNM Mekaar yang bertugas di Gili Ketapang.

“Siapa sih yang mau naik kapal, ada ombak? Tapi dengan segenap pertimbangan akhirnya berangkat juga,” ujar Sugiyati, di tayangan Youtube PT PNM Official, dikutip Rabu (15/2).

Sesampainya di Gili Ketapang, dia mengaku kaget karena ternyata belum ada lembaga keuangan yang melayani di kawasan tersebut. Kini, Gili Ketapang jadi kawasan yang dilayani oleh PNM dan dibantu oleh para tenaga AO muda.

“Di Probolinggo sendiri ada 28 cabang dari 24 kecamatan. Kita sudah melayani hampir 102.000 nasabah,” kata dia.

Sugiyati jelaskan, pihak yang bertugas di Gili Ketapang adalah AO. Ada yang diistilahkan sebagai AO darat dan AO laut. Setiap kali berangkat ke Gili Ketapang, para AO itu harus sudah siap di atas kapal jam tujuh pagi, setiap Kamis.

Mereka menyewa sebuah kapal dan diisi sebanyak sekitar delapan sampai 10 orang AO. Mengenakan seragam kebanggaan PNM, mereka menempuh perjalanan laut selama sekitar 45 menit. Selama di kapal, mereka tampak menyempatkan diri untuk sarapan dan berdiskusi.

Share This Article