IPOL.ID – Bantuan kemanusiaan penanganan bencana gempa Turkiye merupakan operasi terbesar yang pernah dilakukan Pemerintah Indonesia dalam dukungan kemanusiaan internasional.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kemanusiaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy saat meninjau tim medis di Kota Hassa, Provinsi Hatay, Rabu (22/2).
Muhadjir mengatakan, misi kemanusiaan untuk Turki adalah misi terbesar yang dilakukan Pemerintah Indonesia untuk membantu negara sahabat yang selama ini pernah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Bantuan tersebut berupa personel untuk upaya pencarian dan pertolongan serta medis, bahan makanan dan non-makanan maupun transportasi udara.
“Melibatkan lebih dari 250 personel, 5 pesawat kemanusiaan, dan ada 110 ton kargo, 50 kontener makanan siap saji, 1 rumah sakit lapangan dan 2 dapur umum yang melayani 24 jam sampai dengan saat ini,” kata Muhadjir yang hadir bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto.
Muhadjir menyampaikan, bantuan itu merupakan perhatian besar Indonesia kepada masyarakat dan Pemerintah Turkiye. Dia berharap dukungan dari Indonesia itu dapat mengurangi penderitaan dan kepedihan warga Turkiye terdampak bencana gempa M7,8.
“Kita juga ingin memberikan dukungan dan bantuan semaksimal mungkin mengurangi penderitaan dan kepedihan saudara-saudara kita di Turkiye,” tambahnya.
Lebih lanjut, Muhadjir menerangkan, bantuan berupa personel tersebut dari INASAR, yang telah selesai bertugas dan kembali ke Tanah Air, serta Emergency Medical Team (EMT). Sedangkan transportasi udara, saat ini Pemerintah Indonesia masih mengoperasikan pesawat angkut berbadan lebar Hercules C-130 diminta oleh Pemerintah Turkiye sebagai alat transportasi logistik kemanusiaan.
“INASAR dan EMT dan angkutan logistik udara sampai sekarang masih beroperasi di sini dan masih bisa diperpanjang apabila diminta oleh Pemerintah Turkiye,” tambah Muhadjir.


