Balita Jaminan Utang di Pasar Rebo Tewas, Ayah Tiri Minta Mantan Istri Dihukum Berat

Bambang
5 Min Read
Ilustrasi - Stop aksi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Foto: Freepik

IPOL.ID – Kasus balita berinisial AF, 2, yang tewas, semasa hidupnya kerap dianiaya ibunya Sri Wahyuni di Pasar Rebo. Usai menelan pil pahit, ibu kandung balita itu kini meringkuk di sel tahanan Mapolres Metro Jakarta Timur.

Ayah tiri balita perempuan AF, Sujatmiko, 32, pun geram dan pada aparat polisi, dia berharap ketiga pelaku kekerasan terhadap balita itu mendapat hukuman berat.

Ketiganya yang statusnya sudah ditetapkan tersangka yakni Sri Wahyuni selaku ibu kandung AF juga mantan istri Sujatmiko, Antonius Sirait dan Titin Hariyani, kakek dan nenek tiri dari AF.

Ketiga tersangka memiliki keterlibatan berbeda namun berkaitan dalam kasus tewasnya AF.

“Ya selanjutnya dihukum seberat-beratnya saja. Biarin saja, biar dia merasakan penderitaan itu anak,” kata Sujatmiko saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (22/1).

Sebab, akibat perbuatan Sri, AF ditelantarkan dan dijadikan jaminan utang sebesar Rp300 ribu sehingga berujung penganiayaan yang menewaskan korban dilakukan Sirait dan Titin.

Dari pemeriksaan penyidik, Sri ditetapkan sebagai tersangka penelantaran AF karena menjadikannya jaminan utang hanya Rp300 ribu sebagai biaya mengontrak bersama pria selingkuhannya.

Penelantaran itu berujung penganiayaan terhadap AF dilakukan kakek nenek tiri AF, yakni Antonius Sirait dan Titin Hariyani pada Selasa (17/1) lalu.

Ayah tiri korban AF, Sujatmiko mengungkapkan, selama masih menikah dan tinggal bersama di kawasan Jakarta Pusat, mantan istrinya tersebut memang tidak pernah menyayangi korban.

“Ibunya enggak sayang AF. Buktinya, waktu dia tinggal sama saya saja suka main tangan. Suka digetok pakai botol susu, lalu saya omelin terus ibunya agar jangan keras sm anak sendiri,” beber Sujatmiko, Minggu (22/1).

Namun, saat menikah dengan Sujatmiko, mantan istrinya tersebut dalam keadaan hamil tua mengandung AF hasil hubungan Sri dengan seorang pria yang bekerja sebagai sopir angkot.

Namun ayah kandung dari AF justru ogah bertanggung jawab menikahi Sri dan memilih kabur ke Padang, sehingga Sujatmiko berbesar hati menerima Sri dan AF apa adanya.

Karena bagi Sujatmiko dan keluarganya AF sudah tidak ubahnya anak kandung, meski hanya sebentar tinggal bersama mereka menerima kehadiran korban dan merawat dengan sepenuh hati.

Share This Article