Dibalik Aksi Anarkis saat PN Jaksel Gelar Sidang di Pancoran Buntu, Eks Warga: Ada ‘Bohir’

Iqbal
3 Min Read
Warga berhamburan keluar, usai Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menggelar sidang pemeriksaan setempat di Jalan Pancoran Buntu 2, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Jumat (9/9/2022) lalu. Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id

IPOL.ID – Dugaan intimidasi hingga aksi anarkis yang terjadi seusai Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang pemeriksaan setempat di Jalan Pancoran Buntu 2, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Jumat (9/9), disesalkan banyak pihak.

Massa yang mengatasnamakan warga penghuni Pancoran Buntu berteriak ke arah pihak tergugat, yakni PT Pertamina. Bahkan seorang di antaranya ada yang menenteng besi berukuran sedang.

Mereka menyampaikan lahan seluas 2,7 hektare yang tercatat sebagai milik PT Pertamina itu merupakan milik ahli waris. Mereka pun hendak melakukan pemukulan, meski akhirnya berhasil ditahan oleh warga lainnya.

Selain itu, beberapa orang membentangkan spanduk di tengah jalan hingga sempat menimbulkan kemacetan di Jalan Pasar Minggu Raya, baik dari arah Pasar Minggu menuju Tugu Pancoran ataupun sebaliknya.

Terkait hal tersebut, eks warga Pancoran Buntu 2, Cucu mengungkapkan sejumlah temuan terkait keributan yang terjadi setelah sidang lapangan tersebut.

Menurutnya, orang-orang yang membuat keributan itu diduga diperintahkan oleh bohir atau pemegang modal yang menguasai lahan milik PT Pertamina.

“Jadi H-1 saya masuk ke dalam. Jadi infonya seperti itu, pertama tidak ada mobil masuk atau disterilkan,” ucap Cucu kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/9).

“Kedua, kan itu pengadilan diundang sama ahli waris, nah pengadilan datang. Ketika pengadilan datang, semua warga tidak ada yang demo dulu. Begitu keluar harus ada demo, kalau ada kejadian gak masalah,” tambahnya.

Cucu mengungkapkan, massa yang diduga membuat keributan terdiri dari warga yang masih bertahan di lahan Pancoran Buntu 2 dan beberapa elemen lainnya.

Share This Article