BPBD Kabupaten Murung Raya mencatat, dalam peristiwa tersebut berdampak pada 32 Kepala Keluarga (KK). Tidak ada korban jiwa atas kejadian itu, namun aktivitas masyarakat menjadi terhambat.
Sebagai bentuk upaya percepatan penanganan banjir tersebut, Tim BPBD Kabupaten Murung Raya telah turun ke lapangan guna melakukan kaji cepat situasi, monitoring berkala kondisi banjir, membantu proses evakuasi warga koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti TNI, Polri, pemerintah desa serta relawan untuk memantau kondisi daerah aliran Sungai Barito.
Merujuk informasi prakiraan cuaca BMKG untuk beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah, hari ini, wilayah ini masih berpeluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya banjir susulan. Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah, seperti memahami rute evakuasi aman, mematikan jaringan listrik rumah, prioritas evakuasi anggota keluarga yang rentan atau jalur komunikasi jika memerlukan evakuasi.
“Jika terjadi hujan lebat dengan durasi lebih dari 1 jam, masyarakat di daerah sepanjang aliran sungai atau daerah dengan kelerengan curam agar berinisiatif untuk evakuasi mandiri,” katanya. (Joesvicar Iqbal)


