Lebih lanjut Ia menjelaskan, saat ini PT Terang Dunia Internusa telah diperkuat oleh tim yang solid dan kompeten di bidangnya masing-masing. Untuk lebih memperkuat lagi, maka pihaknya berencana menunjuk PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (SBI) sebagai distributor resmi untuk produk United E-Motor. Perusahaan distribusi ini sudah tercatat di lantai bursa tersebut (kode saham ‘BIKE’).
Menanggapi hal ini, Komisaris Utama PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk, Henry Mulyadi mengaku siap ambil bagian dalam gerakan revolusioner pemasaran motor listrik di Indonesia. Pihaknya juga berbangga nantinya bisa turut mendukung perluasan distribusi terhadap motor listrik, khususnya United E-Motor. Untuk itu, SBI akan menyiapkan berbagai strategi yang berfokus pada jaringan distribusi hingga ke seluruh wilayah tanah air.
“Kami akan memasarkan lewat jaringan yang sudah kami bangun dalam memasarkan sepeda. Ditambah berbekal semangat nasionalisme yang tinggi, SBI mendukung penuh penyebaran motor listrik produksi dalam negeri ini,” tegas beliau.
Sinergi yang baik antara para stakeholders memiliki peranan yang penting tujuan pengembangan motor listrik nasional, oleh karena itu diadakannya diskusi sekaligus kunjungan Dewan Energi Nasional (DEN) dan Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN), serta pihak-pihak terkait lainnya.
Direktur PT. Terang Dunia Internusa, Andrew Mulyadi, kembali menjelaskan bahwa dalam acara ini telah hadir 30 lebih produsen komponen motor nasional di seluruh Indonesia. “Dengan kebersamaan ini diharapkan bisa menghadirkan kualitas motor listrik yang handal dan meningkatkan TKDN melalui pemgembangan investasi masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Sekjen Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto, mengatakan subsidi BBM untuk motor listrik itu sangat signifikan. Sehingga kehadiran motor listrik selain bisa menekan emisi gas buang juga bisa menekan subsidi BBM.
“Ini sesuai harapan Pemerintah harus direalisasikan secepatnya sehingga DEN sangat mengapresiasi kehadiran industri motor listrik nasional apalagi design engineering terus dikembangkan,” ujarnya saat acara diskusi.
Senada, Kepala Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar juga sangat mengapresiasi kehadiran pabrik motor listrik di Indonesia. Terlebih dengan adanya sinergi nyata antara industri motor listrik dan komponen, peneliti, serta dunia akademisi. Model sinergi semacam ini yang bisa melahirkan terobosan teknologi untuk mendukung peningkatan TKDN.
“Melalui sambung ide dan sambung karya dalam kebersamaan akan membuat Indonesia mampu memproduksi motor listrik nasional.” pungkasnya. (bam)


