Wapres Bilang Florikultura Punya Potensi Jadi Komoditas Unggulan Ekspor

Timur
3 Min Read
Tanaman hias aglaonema termasuk jenis florikultura yang diburu konsumen luar negeri. Foto: Pinterest

Namun, kata Wapres, patut disayangkan karena sampai saat ini bibit aglaonema yang jumlahnya ratusan ribu pohon masih diimpor dari luar negeri. Padahal menurutnya, potensi dalam negeri sangat memungkinkan apabila ada upaya-upaya untuk mengembangkannya.

“Pemerintah berharap para petani aglaoema dapat berkembang maju, sehingga kebutuhan setiap bulan sekitar 600 ribu pohon yang masih impor, dapat kita penuhi,” kata Wapres.

Wapres mengajak semua pihak memajukan tanaman hias Indonesia dengan memenuhi kebutuhan tanaman hias dari dalam negeri, serta mengekspornya ke mancanegara.

Pemenuhan kebutuhan tanaman hias dalam negeri, selain mempunyai potensi ekonomi yang besar, sekaligus merupakan proses pembudidayaan berbagai tanaman hias demi menjaga kelestariannya.

“Untuk meningkatkan daya saing produk florikultura milik kita, maka kita harus meningkatkan kualitas SDM pelaku di bidang ini. Mulai dari petani hingga pelaku usaha,” tuturnya.

Selain itu, kata Wapres, Indonesia juga harus mendorong inovasi untuk menghasilkan produk sesuai permintaan konsumen, dengan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan guna keperluan pelatihan dan pendampingan kepada para petani tanaman hias.

“Kontes tanaman menjadi salah satu cara yang saya pandang efektif memajukan produk florikultura kita. Saya menyampaikan selamat atas penyelenggaraan Kontes Nasional Aglaonema Nusantara. Semoga kegiatan ini menjadi awal swasembada aglaonema sebagai salah satu tanaman hias kebanggaan Indonesia,” kata Wapres. (tim)

Share This Article