Oppo Maksimalkan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Bumi yang Lebih Baik

Iqbal
4 Min Read
Oppo gunakan bahan daur ulang plastik untuk ponsel terbarunya. Foto: ist

IPOL.ID – Memeringati Hari Bumi, Oppo memprioritaskan tanggung jawabnya sebagai entitas korporasi global yang memiliki komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan lingkungan.

Pabrikan terus memanfaatkan teknologi dan kekuatan brand perusahaan untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau untuk planet bumi. Mulai dari penerapan sistem operasional dan desain produk ramah lingkungan hingga edukasi untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap keberlanjutan.

Sampah plastik merupakan salah satu isu utama dalam pencemaran lingkungan saat ini. Menurut data dari United Nations Environment Programme, sekitar 11 juta ton sampah plastik dibuang ke laut setiap tahunnya.

Sampah plastik yang tidak dibuang dengan benar akan mencemari tanah, air, dan akhirnya masuk ke tubuh manusia melalui makanan yang kita makan. Zat mikroplastik tersebut dapat berbahaya bagi kesehatan dan sayangnya tidak banyak yang mengetahui hal ini.

Untuk mengurangi jumlah plastik yang digunakan dalam kemasan perangkat, pabrikan telah menerapkan prinsip kemasan hijau “3R+1D” yang telah diakui secara internasional yang berfokus pada pengurangan, daur ulang, penggunaan kembali bahan plastik, dan beralih ke bahan plastik yang bersifat degradable.

Melalui pendekatan ini, Oppo telah berhasil mengurangi jumlah plastik yang digunakan dalam pengemasan di Eropa hingga 95% sejak tahun 2019. Merek juga memanfaatkan bahan asam polilaktat yang dapat terurai untuk menggantikan penggunaan plastik konvensional.

Oppo 5G CPE T2 yang diluncurkan tahun ini diproduksi menggunakan sebagian dari bahan PCR (Post-Consumer Recycled Plastics) yang berasal dari produk konsumen.

Hutan merupakan tempat yang memiliki berbagai sumber daya alam yang dimanfaatkan oleh manusia untuk bertahan hidup. Namun, karena semakin meluasnya penggundulan hutan, area hutan hujan Amazon telah berkurang 17% selama 50 tahun terakhir lantaran banyak pohon yang ditebang.

Share This Article