200 Warga Manggarai Barat Terancam Adanya Fenomena Pergerakan Tanah 

Bambang
2 Min Read
Tim BPBD Kabupaten Manggarai melakukan kaji cepat fenomena pergerakan tanah di Desa Nampar Macing, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Foto: BPBD Kabupaten Manggarai Barat.

IPOL.ID – Fenomena pergerakan tanah mengancam sebanyak 200 jiwa dari 62 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Nampar Macing, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (22/3).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menerangkan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, pihaknya memperoleh keterangan dari warga setempat.

“Bahwa ancaman pergerakan tanah telah ada sejak tahun 2016, 2018 dan 2021,” terang Abdul Muhari, Selasa (22/3).

Namun, sambung dia, pergerakan tanah pada Jumat (18/3) lalu, menjadi ancaman yang dinilai paling parah. Masyarakat mengkhawatirkan kondisi itu dapat berpotensi menjadi bencana.

Berdasarkan laporan visual dari giat kaji cepat yang dilakukan tim BPBD Kabupaten Manggarai Barat, beberapa retakan tanah terpantau mulai dari halaman rumah hingga bagian dalam rumah warga.

Share This Article