Pedagang Gorengan Menjerit, Berharap Harga Minyak Goreng Normal

Bambang
3 Min Read
Pedagang gorengan, Yos berharap pada pemerintah dapat mengatasi kelangkaan minyak goreng maupun tahu tempe di pasar dan mini market. Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id

IPOL.ID – Kelangkaan minyak goreng bersamaan mogoknya para pengusaha tahu-tempe karena harga kedelai menyentuh diharga Rp 11-12 ribu berdampak pada pedagang kecil, seperti penjual gorengan.

Sebab, langkanya minyak goreng di pasar maupun di mini market cukup menyulitkan para pedagang gorengan. Terlebih tahu-tempe yang tidak ada di pasar tradisional dan modern, selama tiga hari kedepan.

“Dari hari Senin (21/2) kemarin, pasar sudah tidak ada yang dagang tahu-tempe Pak, tiga hari sampai Rabu (23/2) besok, terus dapat info, Kamis (24/2) baru ada lagi barangnya tahu-tempe itu,” kata Pedagang Gorengan, Yos, 33 tahun, pada ipol.id, Selasa (22/2).

Pria asal Cirebon, Jawa Barat, itu menjelaskan, pedagang tahu sama tempe di pasar dari hari Senen kemarin sudah tidak jualan. “Terakhir di pasar hari Minggu (20/2) lalu masih pada dagang tahu-tempe,” kata Yos sambil menggoreng tahu-tempe di kawasan Jalan Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta.

Mengetahui adanya pedagang tahu-tempe yang bakal mogok itu maka Yos langsung borong tempe dan tahu buat stok jualan gorengannya selama tiga hari kedepan. “Karena kan pasar bakal kosong barang tahu dan tempe selama tiga hari itu Pak, ampe besok info mogok pedagang tahu-tempenya,” ujar dia.

Menurutnya, belum lagi adanya kelangkaan minyak goreng yang barangnya juga susah dicari. Dia katakan, di Indomaret saja paling dia bisa membeli 1 bungkus minyak per 2 liter. “Kalau seperti pedagang gorengan kek saya susah carinya. Kebanyakan kosong barangnya, belum lagi suruh bawa KTP dan pakai sidik jari juga,” ungkap Yos.

Share This Article