IPOL.ID-Laga panas harus dihadapi Barcelona pada fase 16 besar Liga Europa. Blaugrana akan menghadapi Napoli di leg satu 16 besar Liga Europa yang dimainkan di Camp Nou, Jumat (18/02) pukul 00.45 dini hari WIB.
Keduanya merupakan tim tradisional di Eropa yang biasa dilihat di Liga Champions, tapi kini keduanya bertarung di Liga Europa.
Pertemuan terakhir Barca dan Napoli terjadi di 16 besar Liga Champions 2019-2020. Barca lolos dengan agregat gol 4-2 atas Napoli.
Catatan keduanya juga cukup unik. Barca kalah di tiga dari lima laga kandang terakhir mereka di kompetisi top Eropa (sekali menang dan sekali imbang), sedangkan Napoli kalah di empat laga tandang terakhir mereka di fase gugur Eropa.
Selain itu laga nanti juga menarik dengan fakta Napoli dan Barcelona dua klub berharga bagi legenda Argentina, Diego Maradona.
Cukup banyak pemain yang absen membela Barcelona besutan Xavi dari Samuel Umtiti, Ansu Fati, Sergi Roberto, Ronald Araujo, Alejandro Balde, dan Dani Alves. Sementara dua pemain yang diragukan bermain adalah Clement Lenglet dan Memphis Depay.
Sementara dari Napoli empat pemain absen adalah Matteo Politano, Hirving Lozano, Stanislav Lobotka, dan Axel Tuanzebe. Kondisi top skorer Napoli Victor Osimhen juga diragukan ermain.
Xavi merendah Barcelona adalah tim underdog (non unggulan) melawan Napoli yang berpengalaman. Xavi juga menilai Napoli sebagai lawan sulit yang dapat merepotkan timnya.
“Kami bukan favorit dalam pertandingan ini; kami hanya pesaing untuk maju ke Liga Europa (babak 16 besar). Kami memiliki lawan yang kuat dan sulit (Napoli),” tutur Xavi.
“Napoli adalah tim yang sangat kompak dengan pelatih yang sangat berpengalaman. Mereka bekerja dengan baik dalam menggerakkan bola dan menekan tinggi di lapangan. Mereka akan menyulitkan kami; mereka menginginkan bola. Mereka juga bertahan dengan baik di blok-blok rendah dan memiliki pemain kelas atas.”
“Napoli adalah rival di level Liga Champions, salah satu tim tersulit yang pernah kami hadapi. Ini akan menjadi penghargaan lain untuk Maradona. Kami akan bersaing, kami akan berjuang untuk memenangkan Liga Europa dan kembali (ke Liga Champions) sesegera mungkin.”


