Wihara Amurva Bhumi Hok Tek Tjeng Sin Rayakan Imlek secara Sederhana

Iqbal
5 Min Read
Masyarakat Tionghoa beribadah di Wihara Amurva Bhumi Hok Tek Tjeng Sin Jakarta, perayaan tahun baru Imlek dirayakan secara sederhana dengan mentaati protokol kesehatan, Senin (31/1). Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id

IPOL.ID – Tahun baru Imlek di 2022 kembali dirayakan bersamaan dengan pandemi COVID-19. Seperti halnya di Wihara Amurva Bhumi Hok Tek Tjeng Sin Jakarta, yang merayakan Tahun Baru Imlek secara sederhana dan menaati protokol kesehatan (prokes) ketat.

Perayaan tahun baru Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15. Pada malam Tahun Baru Imlek ini juga dikenal sebagai Chuxi yang berarti ‘Malam Pergantian Tahun’.

Pada kesempatan itu, Ketua Pembina Yayasan Wihara Amurva Bhumi Hok Tek Tjeng Sin, Asikin, 77, menuturkan, pada perayaan Imlek di wihara ini, jumlah umat sendiri jauh menurun drastis. Terlebih bersamaan dengan masa pandemi dengan varian Omicron.

Menurut dia, kuota jumlah pengunjung/umat dibatasi 50 persen. Pada malam tahun baru Imlek pun dia memperkirakan tidak seramai beberapa tahun sebelumnya.

“Karena kuota umat/pengunjung dibatasi 50 persen, sehingga diperkirakan hanya sekitar 40 orang umat saja yang datang ke Wihara Amurva Bhumi. Malam Imlek belum tentu ramai, karena banyak yang kumpul dengan keluarga di rumah,” tutur Asikin kepada ipol.id, Senin (31/1).

Penurunan umat/pengunjung di Wihara Amurva Bhumi dapat dilihat juga dengan berkurangnya lilin-lilin, baik berukuran besar, sedang maupun kecil. Bahkan lampu lampion pun berkurang tidak seperti biasanya.

Lilin-lilin yang dinyalakan memiliki makna khusus bagi masyarakat Tionghoa. Lilin yang menyala juga memiliki makna sebagai penerang untuk menjalani kehidupan setahun ke depan.

Masyarakat Tionghoa sendiri meyakini lilin tersebut bakal menjadi penerang dalam hidup dengan harapan agar kehidupan yang dijalani dapat berjalan dengan mudah dan lancar.

Lilin Imlek juga terdapat beragam ukuran, mulai dari berukuran kecil hingga besar (jumbo) sebesar tubuh orang dewasa. Biasanya juga masyarakat Tionghoa bakal menyumbangkan lilin ke vihara untuk dinyalakan selama perayaan Imlek. Lilin tersebut akan terus dinyalakan hingga perayaan Cap Go Meh atau 15 hari setelah perayaan Imlek.

Share This Article