“Strategi kami mengembangkan teknologi vaksin ‘pan-virus Corona’ untuk memberikan perlindungan yang aman, efektif, dan tahan lama terhadap berbagai jenis dan spesies virus Corona,” ungkap Kayvon Modjarrad, MD, penemu vaksin SpFN.
Direktur Emerging Cabang Penyakit Menular di Institut Penelitian Angkatan Darat Walter Reed itu, menjelaskan, pengulangan yang teratur dan lonjakan protein pada virus Corona pada nanopartikel multifaset dapat merangsang kekebalan. Vaksin SpFN menerjemahkan ke dalam perlindungan yang lebih luas secara signifikan.
Merujuk laman Defense One, vaksin SpFN menggunakan protein berbentuk bola sepak. Masing-masing dari 24 wajah molekul berbeda dapat membawa protein berbeda yang diambil dari varian unik COVID-19. “Ini menciptakan respons imun yang luas terhadap virus Corona,” tulis Defense One.


