Tim JKW-PWI Lepas Keberangkatan Yanni Krishnayanni Mendaki Gunung Kerinci

Bambang
4 Min Read

IPOL.ID – Keberangkatan Yanni Krishnayanni menuju pendakian ke puncak gunung Kerinci (3.805mdpl), dilepas secara sederhana oleh Tim JKW-PWI (Jelajah Kebangsaan Wartawan–Persatuan Wartawaan Indonesia) dengan melakukan ritual doa bersama yang dipimpin oleh Sonny Wibisono.

Pendakian gunung Kerinci ini merupakan kegiatan pendakian puncak gunung yang pertama, diantara tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia, atau populis dengan Seven Summit of Indonesia seperti yang direncanakan.

Pencapaian ini akan menjadi tonggak sejarah bagi dunia wartawan di Indonesia.

Kegiatan pendakian yang didahului lewat perjalanan turing motor jarak jauh ini, merupakan hal yang jarang dilakukan oleh para pendaki gunung.

Terlebih lagi, dilakukan oleh seorang wanita yang sudah menginjak usia yang tidak muda lagi, 51 tahun.

Yanni Krishnayanni yang mendapat pendampingan para riders, Sonny Wibisono (Otomotif1.com), Agus Blues Asianto (terminalnews.id), dan Indrawan Ibonk (Journey of Indonesia.com), sehingga akan menjadi Yanni Krishnayanni (askara.co) merasakan lebih nyaman dalam perjalanan yang akan  menembus 17.000km ini.

Dengan menggunakan motor Kawasaki, keempat rider akan melintas di 15 pulau dan 34 provinsi di Indonesia.

Selain memperoleh dukungan dari PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) yang memberikan 2 unit Kawasaki W175TR, Kawasaki KLX 230, dan Kawasaki KLX 150. Perjalanan Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan – PWI, pun mendapat dukungan penuh produsen ban Kingland, PT United Kingland, juga perlengkapan turing dari Continmoto Jakarta, Trooper Custom Helmet, Djarum Foundation dan Artha Graha Peduli.

Hingga waktu menjelang sore (Selasa, 9 Nop 2021), tim Jelajah Kebangsaan belum memperoleh informasi apapun tentang perkembangan dari perjalanan pendakian Yanni.

Tebalnya awan yang menyelimuti punggung gunung Kerinci hingga ke puncak, sempat membuat tim khawatir.

“Apalagi, sampe jam 5 sore ini kami belum menerima kabar apapun dari Yanni. Padahal, Yanni sudah dibekali alat komunikasi telpon satelit untun memberikan informasi apapun tentang pendakiannya,” ujar Indrawan Ibonk.

Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh anggota tim yang lain dipenginapan Nayla Homestay dari dikaki gunung Kerinci.

“Kegiatan kami hanya berkutat seputar pengolahan data-data yang akan digunakan sebagai bahan tulisan, foto dan vidio selama perjalanan motoran,” tukas Agus ’Blues’ Asianto selaku Road Captain.

Share This Article