Bongkar Makam Amel dan Ibunya, Ahli forensik: Pasti terungkap nih!

Bambang
5 Min Read
Foto-foto Amel semasa hidup. Instagram

IPOL.ID- Aparat kepolisian masih terus mengungkap kasus pembunuhan ibu dan putrinya di Subang. Kali ini, Polres Subang

Membongkar makam Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu atau Amel untuk kepentingan autopsi lagi.

Dalam autopsi jenazah ibu dan anak itu, Polres Subang mendatangkan dokter polisi ahli forensik, Kombes Sumy Hastry Purwanti.

Dokter polisi ahli forensik Mabes Polri berangkat dari Semarang untuk membantu proses autopsi jenazah Tuti Amel. Ahli foresik Polri yang kini menjabat sebagai Kabiddokkes Polda Jawa Tengah ini mengomandoi pelaksanakaan ekshumasi atau pembongkaran makam dan autopsi jenazah Tuti -Amel.

Dalam Instastory, dokter forensik Hastry membagikan momen kerja tim forensik dalam mengautopsi jenazah Tuti dan Amel.

“Ya ini belum selesai lagi di TKP Subang. Pasti terungkap nih, kita sampai kapan ya lanjut malam ini kayaknya. Kasihan almarhum menunggu, biar tenang di sana ya,” kata dokter Hastry dikutip Minggu 3 Oktober 2021.

Dokter Kombes Hastry bukan dokter sembarangan urusan forensik lho. Profilnya sudah malang melintang terjun dalam urusan autopsi jenazah yang sudah dimakamkan maupun kondisi lainnya.

Salah satunya Dokter Hasty turut terjun pula dalam proses forensik tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala beberapa bulan lalu.

Dokter Hasty sudah bolak balik menjalani ekshumasi kasus-kasu pembunuhan di berbagai lokasi di Indonesia. Jadi dia kaya pengalaman berbagai petunjuk dalam jenazah korban.

Beberapa bulan lalu dokter Hastry turut pula turun autopsi jenazah satu keluarga dari orang tua anak sampai cucu yang meninggal dalam kasus pembunuhan di Rembang dalang Ki Anom sekeluarga.

Dalam menjalankan autopsi dan forensik jenazah, dokter Hastry ini punya prinsip dead body can talk. Artinya jenazah atau korban itu bisa memberikan petunjuk untuk mengungkap petunjuk-petunjuk penting dalam kasus pembunuhan.

Dokter Hastry mengatakan autopsi itu adalah proses penting dalam membongkar sebuah kasus meninggalnya korban. Dari luka korban meninggal, dokter ahli forensik itu mengungkapkan bisa diketahui apakah pelaku itu betul-betul sadis atan dendam pada korban atau tidak.
“Dari luka tubuh korban bisa dilihat daerah sekitar luka. Kalau luka tidak ada memar, tidak ada pendarahan, tidak ada perubahan warna jadi gelap, itu berarti dia (korban) lukanya didapat setelah dia meninggal dunia, karena kan tidak ada proses metabolisme tubuhnya sudah berhenti,” jelas dia di Youtube Denny Darko dalam menganalisis kasus pembunuhan Rembang.

Share This Article