IPOL.ID- Acungan jempol patut diberikan kepada tim Jatanras Polda Sumut.
Hanya butuh 14 hari aparat gabungan kepolisian berhasil mengungkap aksi perampokan toko emas di Pasar Supermarket Simpang Limun Jalan Sisingamangaraja Medan.
Sebanyak 5 orang pelaku berhasil ditangkap, otak pelaku Hendrik Tampubolon tewas ditembak, dua orang dilumpuhkan dengan tembakan dikaki sedangkan dua lagi luput dari tindakan tegas dan terukur.
Aksi perampokan toko emas itu terjadi pada Kamis (26/8/2021) sekitar pukul 14.40 wib. Kawanan perampok bersenjata laras panjang dan pistol itu cuma butuh waktu 3 menit untuk menguras perhiasan di toko emas Aulia Chan dan Masrul F. Mereka berhasil menggondol perhiasan emas sekitar 6,8 kg dengan nilai Rp.6,5 milyar.
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak memaparkan, kawanan perampok bersenjata itu tergolong profesional. Mereka cuma butuh 8 menit.
“Waktu 3 menit mereka beraksi dan 5 menit berjalan dari lokasi ke kendaraan parkir,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra didampingi Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hassanudin, Wali Kota Medan, Boby Nasution dan Direktur Reskrimum, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja selaku komandan tim.
Dijelaskannya, aksi perampokan itu diotaki Hendrik Tampubolon (38), warga Jalan Paluh Kemiri, Lubuk Pakam, Deli Serdang. “Tersangka HT adalah otak pelaku. Dia juga residivis, perampok antar propinsi Sumut-Riau dengan menggunakan senjata api,” katanya.
Panca mengatakan, Hendrik Tampubolon sangat berpengalaman. “Dia yang membuat skenario. Melapisi tangan dengan hansaplas agar sidik jari tidak dapat dikenali. Sepeda motor yang digunakan merupakan hasil kejahatan dari kawasan Rokan Hulu dan Honda Beat hasil rampokan di Percut Sei Tuan,” beber Kapoldasu.
Jenderal bintang dua itu juga mengatakan, kawanan pelaku itu bertindak terlatih dan berupaya mencuri perhatian agar seolah-olah pelaku berasal dari salah satu satuan keamanan.
“Mereka bertindak profesional, berlagak aparat dengan tujuan alibi masyarakat tertuju kalau pelakunya merupakan oknum aparat,” jelas Panca. Namun, berkat profesionalitas tim dilapangan didukung alat bukti seperti rekaman CCTV dan saksi, maka upaya pengalihan isu kepada oknum aparat dapat terbantahkan. Kelima pelaku ini adalah masyarakat sipil,” tegas Kapoldasu.
Dijelaskan, beberapa hari sebelum melaukan perampokan, tersangka Hendrik Tampubolon menyuruh Dian untuk mencari orang melakukan perampokan toko emas. Kemudian, Dian warga Jaan Menteng VII mengajak tiga tersangka lainnya, yakni Farel (21), warga Jalan Garu 1 Gang Manggis, Kecamatan Medan Amplas, Paul (32), warga Jalan Menteng VII, Gang Horas Medan Denai dan Prayogi alias Bejo (26), warga Jalan Bangun Sari No 81, Medan Johor..


